• About

    Halo selamat datang di page saya. page dimana banyak hal tenang gaming akan dibahas dan diulas. Perkenalkan sebelumnya, nama saya adalah Sylviani Hanif, saya berasal dari cirebon dan seorang anak perempuan yang baru lulus perkuliahan di jurusan sistem informatika di salah satu universitas swasta di Jogja. Perkenalan saya dengan dunia gaming terjadi di kota ini, secara tidak sengaja, karena diajaki oleh teman teman seperkulihaan yang baru pada waktu itu. Memang saya tidak banyak kenalan di Jogja ketika awal masuk kuliah, ajakan dan kesempatan ini tidak akan aku sia siakan untuk banyak mendapat teman dan kenalan di kota gudeg ini. Awalnya sih hanya coba coba saja, lama kelamaan mulai terasa kecanduannya.

    Memang sedikit unik dan beda ketika seorang anak perempuan bermain game yang notabene kebanyakan dimainkan anak laki laki. Entahlah, hal ini menarik perhatian saya pada saat itu. Disaat anak anak perempuan seusia saya mulai sibuk dengan urusan tata rias wajah dan fashion, saya lebih senang tenggelam menyelam di dunia gaming bersama teman-teman saya. Namun saya mencoba untuk menjadi diri saya, berjalan di passion yang saya sukai, lagian jika dilihat dari jurusan yang saya ambil, masih ada hubungannya dengan kegiatan gaming yang saya lakukan. Ya bisa jadi ini merupakan alibi saya untuk tetap bermain game. Namun, rencananya setelah lulus nanti saya pun ingin berkecimpung di dunia gaming, tidak berhenti bermain game, bahkan saya bercita cita bisa bekerja di perusahaan pembuat game, mengangkat nama Indonesia di kancah dunia.

    Sebetulnya sebagai pelaku gaming atau sering disebut dengan istilah gamers, Indonesia sudah diperhitungkan namanya di kancah dunia. Beberapa kali gamers dari Indonesia mampu berbuat banyak di banyak kejuaraan game International seperti turnamen Point Blank, Dota, Gran Turismo, PES, atau hingga tren game moba terbaru saat ini seperti AOV dan Mobile Legend. Namun, sayangnya masih sedikit sekali pabrikan game dari Indonesia yang mampu unjuk gigi, karena memang teknologi dan faktor pendukung di Indonesia belum sebaik negara negara maju seperti Jepang, Amerika, dan negara negara Eropa lainnya. Bagaimanapun juga, kita tidak boleh patah arang. Sebagai sesama manusia, yang dikarunia akal sehat oleh Tuhan, kita harus menggunakannya semaksimal mungkin, ditambah sedikit rasa pembakar semangat, serta secuil doa dari orang tua untuk mewujudkan semua mimpi itu, niscaya apapun bisa kita hadapi.

    Baiklah, mari kembali pada diri saya. Saat ini saya masih tinggal di jogja, di sebuah rumah kost kostan di bilangan Demangan. Lumayan tidak jauh dari kota dan memudahkan akses saya untuk kesana kemari. Saat orang tua saya mengetahui bahwa saya memilih menjadi gamers, awalnya mereka aneh, namun lama kelamaan tidak masalah, selama hal itu positif, tidak mengganggu studi, tidak mengganggu ibadah, dan tidak mengganggu urusan rumah tangga jika nanti saya telah berumah tangga. Wajar saja, anak perempuan seperti saya dari keluarga yang berasal dari Cirebon kerap kali dituntut untuk segera berkeluarga. Namun aku bersyukur karena keluargaku memiliki pemikiran yang cukup modern tapi tetap menjunjung tinggi nilai nilai tradisi yang turun temurun ada di keluarga kami. Jadi selama ini tidak masalah, akan jadi apa saya, selama hal ini tidak menyalahi aturan agama dan tradisi keluarga. Everything will be fine, and keep do what you love and love what you do. Ciao..